Gresik, 20 November 2025 – Peringatan Hari Anak Sedunia di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gresik tahun ini terasa berbeda dan penuh makna. Jauh dari hingar-bingar perayaan konvensional, seluruh civitas madrasah memilih merayakan momen penting ini dengan membumikan nilai-nilai spiritualitas. Kegiatan dipusatkan pada rangkaian Istighosah dan Khotmil Qur'an, sebuah ikhtiar spiritual demi keberkahan dan keselamatan seluruh murid, sekaligus memompa motivasi belajar mereka.
Nuansa khidmat telah terasa sejak pagi. Namun, yang menarik, Istighosah kali ini tidak mengambil tempat di masjid seperti kegiatan Istighosah rutin biasanya. Masjid Besar Darussalam Kedamean hanya digunakan untuk shalat Dhuha berjamaah. Pihak madrasah membuat terobosan dengan menggelar seluruh rangkaian doa bersama di depan ruang kelas masing-masing. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Strategi ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana doa yang lebih intim, lebih dekat dengan lingkungan belajar murid, serta memudahkan guru dalam memandu jalannya doa di setiap rombongan belajar. Suasana religius pun mengalir kuat, menyentuh setiap sanubari.
Selain Istighosah, acara inti lainnya yang menegaskan pembentukan karakter religius adalah Khotmil Qur'an. Para murid, yang telah terbiasa dengan pembiasaan positif di madrasah, bergiliran melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an pada juz yang telah ditentukan. Di bawah bimbingan para guru, kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh keseriusan. Momen Khotmil Qur'an ini tidak hanya menjadi penanda peringatan, tetapi juga cerminan nyata dari suksesnya pembiasaan Qur'ani yang ditanamkan di MIN 1 Gresik.
Peringatan Hari Anak Sedunia 2025 ini juga dibarengi dengan ungkapan rasa syukur mendalam atas prestasi gemilang yang sukses diraih murid-murid MIN 1 Gresik. Sebagai wujud syukur (tasyakuran) atas hasil positif tersebut, pihak madrasah menyelenggarakan penyembelihan hewan tasyakuran.
Total terdapat 8 ekor ayam hasil sumbangan para guru, terdiri dari 7 ekor ayam jago dan 1 ekor ayam betina, yang disembelih dalam kegiatan tasyakuran ini. Olahan daging hasil penyembelihan kemudian tidak hanya dinikmati oleh internal madrasah. Langkah mulia diambil dengan membagikannya kepada guru, murid, hingga warga di sekitar madrasah. Aksi ini secara efektif memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial antara madrasah dengan komunitasnya, menjadikan keberhasilan murid-murid sebagai kegembiraan dan kebahagiaan bersama.
Kepala MIN 1 Gresik, Santiaji, M.Pd., menyoroti pentingnya pendekatan spiritual dalam peringatan ini. Beliau menyampaikan bahwa momen Hari Anak Sedunia tidak hanya sekadar refleksi, tetapi juga momentum krusial untuk penguatan karakter religius murid. “Kami ingin anak-anak MIN 1 Gresik merayakan Hari Anak Sedunia dengan cara yang mendidik dan menumbuhkan nilai spiritual. Tasyakuran adalah bentuk syukur atas prestasi yang telah digapai, dan doa bersama ini adalah ikhtiar agar mereka terus tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia,” tegas Santiaji.
Dengan perpaduan Khotmil Qur'an, Istighosah yang menyentuh, dan tasyakuran penuh kebersamaan, MIN 1 Gresik telah menunjukkan cara unik merayakan masa depan anak bangsa. Fokus pada penguatan spiritual dan akhlak mulia menjadi landasan utama. Ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah investasi karakter yang diharapkan mampu mengantarkan anak-anak MIN 1 Gresik menjadi insan-insan yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kaya dalam spiritualitas. [MMA]

No comments:
Post a Comment