Kegiatan diawali dengan aksi kepedulian sosial berupa penggalangan infak untuk kebersihan masjid. Usai penggalangan infak, seluruh warga madrasah melaksanakan shalat Dhuha berjamaah dan melantunkan bait-bait syair dari Kitab Diba' (Mawlid ad-Diba'i karya Imam Abdurrahman ad-Diba’i).
Acara inti dibuka secara resmi oleh Silfa Azkiya Rahma, murid kelas 6D yang bertindak sebagai pembawa acara, dengan pembacaan Ummul Qur'an, surah Al-Fatihah. Suasana kian khusyuk saat M. Abyaz As-Shiddiq (murid kelas 3D) melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan merdu. Momen berlanjut ke sesi syahdu Mahallul Qiyam yang dipimpin langsung oleh Grup Sholawat Al-Jihad MIN 1 Gresik.
Benteng Moral Murid di Era Digital
Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Gresik, Santiaji, M.Pd., menekankan betapa pentingnya benteng moral bagi generasi muda saat ini. Beliau mengingatkan para murid agar memiliki fondasi karakter yang kokoh untuk menghadapi pesatnya gempuran era digital dan perkembangan teknologi.
Puncak peringatan diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Nuril Huda dari Lamongan. Dalam ceramahnya, beliau menguraikan hakikat manusia yang mulia serta keagungan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui proses penciptaan "Nur" Muhammad.
“Seandainya Allah SWT tidak menciptakan "Nur" Muhammad, niscaya alam semesta dan manusia tidak meupun alam ini diciptakan,” tegas KH. Ahmad Nuril Huda di hadapan ratusan murid yang menyimak dengan penuh perhatian.
Lebih lanjut, KH. Ahmad Nuril Huda memaparkan keutamaan menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Beliau mengajak seluruh murid dan warga madrasah untuk terus mengenal, meneladani, serta menanamkan rasa cinta yang mendalam (mahabbah) kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 1 Gresik ini diakhiri dengan doa bersama, diiringi harapan besar agar seluruh keluarga besar madrasah memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad SAW di yaumul akhir kelak. [NH]

No comments:
Post a Comment