Rela Tak Jajan Demi Saudara: Murid MIN 1 Gresik Kumpulkan Rp 10 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

Murid MIN 1 Gresik menunjukkan empati luar biasa dengan mengumpulkan Rp 10.154.000 untuk korban Bencana Sumatera. Dana disalurkan via Kemenag Gresik. Baca kisah heroik mereka!

Halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gresik tampak berbeda pada Sabtu pagi, 13 Desember 2025. Tidak ada riuh murid yang berlarian berebut tempat di kantin saat jam istirahat tiba. Yang terlihat justru pemandangan menyentuh hati: ratusan murid berbaris rapi dengan menggenggam uang saku mereka erat-erat. Hari itu, mereka memilih menahan keinginan untuk membeli jajanan kesukaan, demi sebuah misi mulia. Dengan wajah penuh ketulusan, tangan-tangan mungil itu bergantian memasukkan lembaran rupiah ke dalam kotak kardus bertuliskan "MIN 1 Gresik Infaq/Shodaqoh" dan "Peduli Bencana Sumatera", mengirimkan pesan bahwa duka di seberang pulau turut dirasakan hingga ke Kedamean, Gresik

Gerakan solidaritas ini melibatkan seluruh ekosistem madrasah mulai dari guru, pegawai, hingga ratusan murid. Moch. Ainur Rokim, S.Pd., Waka Humas MIN 1 Gresik yang bertindak sebagai koordinator kegiatan, mengungkapkan rasa harunya melihat respon luar biasa dari para murid. "Kegiatan ini adalah upaya kami menanamkan rasa empati dan sense of crisis sejak dini. Kami ingin anak-anak paham bahwa ada kebahagiaan lain selain materi, yaitu kebahagiaan saat bisa berbagi. Melihat mereka rela menyisihkan uang jajan hari ini tanpa paksaan, itu adalah pelajaran karakter yang tak ternilai harganya," ujar Rokim di tengah kesibukan mengawal jalannya donasi. 

Semangat gotong royong yang membara di pagi itu membuahkan hasil yang menakjubkan. Dalam waktu singkat, kotak-kotak donasi yang disediakan panitia terisi penuh. Berdasarkan rekapitulasi akhir, dana yang berhasil dihimpun mencapai angka yang cukup fantastis, yakni Rp 10.154.000,-. Untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik, pihak madrasah memutuskan untuk tidak menyalurkannya secara mandiri. Dana yang terkumpul akan diserahkan dan disalurkan melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik dan Pengurus PGRI Kabupaten Gresik, sebagai bentuk sinergi lembaga pendidikan dengan instansi pemerintah dalam penanggulangan bencana. 

Kepala MIN 1 Gresik, Santiaji, M.Pd., tak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat menyaksikan antusiasme anak didiknya. Ia menegaskan bahwa aksi ini membuktikan pendidikan di MIN 1 Gresik tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga kesalehan sosial. "Angka Rp 10 juta lebih ini bukan sekadar nominal, tapi bukti cinta kasih keluarga besar MIN 1 Gresik. Melalui Kemenag Gresik dan PGRI Gresik, kami titipkan amanah ini agar sampai kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang membutuhkan. Semoga sedikit bantuan ini bisa menjadi pelipur lara di tengah musibah yang mereka hadapi," tutur Santiaji penuh harap. 

Aksi penggalangan dana Solidaritas Untuk Bencana Sumatera ini ditutup dengan doa bersama, melambungkan harapan agar bumi pertiwi segera pulih. Langkah kecil dari murid-murid MIN 1 Gresik ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kepedulian tidak mengenal batas usia maupun jarak. Dari uang saku yang disisihkan di Gresik, terkirim doa dan dukungan nyata yang akan berlabuh di Sumatera. Semoga senyum segera menghiasi kembali wajah-wajah para penyintas bencana alam Sumatera.

No comments:

Post a Comment