GRESIK — Aula MIN 1 Gresik pagi itu, Kamis (12/3/2026), tidak sekadar riuh oleh lantunan ayat suci. Di sela peringatan Nuzulul Qur'an, ada getaran emosi yang lebih halus namun terasa nyata: sebuah kepedulian yang diwujudkan melalui sapaan hangat dan amplop-amplop putih yang berpindah tangan.
Melalui program bertajuk THR (Tebar Harapan Ramadhan), madrasah ini memilih cara yang lebih membumi untuk merayakan turunnya Al-Quran, yakni dengan memuliakan mereka yang sering kali luput dari pandangan di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran.
Menenun Kepedulian di Bulan Suci
Program THR ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari gerakan serentak Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Namun, di MIN 1 Gresik, kegiatan ini terasa jauh lebih personal. Ada 114 murid yang menjadi sorotan utama hari itu. Mereka adalah potret ketegaran; terdiri dari 17 murid yatim, 10 murid piatu, dan 87 murid dari keluarga kurang mampu.
Moch. Ainur Rokim, S.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas sekaligus koordinator kegiatan, menatap haru barisan murid tersebut. Baginya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengajarkan bahwa agama tidak hanya soal hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tapi juga soal bagaimana manusia memanusiakan sesamanya.
“Program Tebar Harapan Ramadhan ini adalah sarana bagi keluarga besar madrasah untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Kami ingin berbagi kebahagiaan, memastikan anak-anak ini merasa bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Ainur Rokim dengan nada bicara yang tenang namun dalam.
Lebih dari Sekadar Bingkisan
Kepala MIN 1 Gresik, Santiaji, M.Pd., menyerahkan langsung paket bantuan berupa uang tunai dan bingkisan kepada para murid di Aula Madrasah. Di balik setiap paket yang diserahkan, terselip doa agar beban ekonomi yang dipikul keluarga para murid bisa sedikit terangkat menjelang hari raya.
Namun, Santiaji menekankan bahwa nilai bantuan ini jauh melampaui angka-angka nominal di dalamnya. Ada pesan motivasi yang ingin ia tanamkan kuat ke dalam benak murid-muridnya agar tidak menyerah pada keadaan.
“Kami berharap bantuan ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fisik, tapi menjadi bahan bakar semangat bagi anak-anak. Kami ingin anak-anak tetap optimis, tetap tekun belajar, dan percaya bahwa masa depan yang cerah milik siapa saja yang berikhtiar,” tutur Santiaji dalam sambutannya.
Merawat Nilai Kebersamaan di Lingkungan Madrasah
Peringatan Nuzulul Quran di MIN 1 Gresik tahun ini memberikan pesan yang jelas bagi dunia pendidikan: bahwa spiritualitas harus berbanding lurus dengan solidaritas sosial. Dengan mengubah konsep seremonial menjadi aksi nyata, madrasah ini sedang merajut kembali nilai-nilai kebersamaan yang menjadi pondasi karakter para murid.
Program THR diharapkan tidak berhenti tahun ini saja. Ia diproyeksikan menjadi tradisi tahunan, sebuah "warisan kebaikan" yang akan terus menghidupkan semangat berbagi di hati setiap warga keluarga besar MIN 1 Gresik.
Di akhir acara, wajah-wajah mungil itu pun meninggalkan aula dengan senyum yang lebih lebar. Bagi mereka, Ramadhan kali ini terasa sedikit lebih ringan, karena mereka tahu ada "rumah" yang peduli pada langkah kaki mereka menuju masa depan yang lebih baik. [MDH]

No comments:
Post a Comment