Semburat fajar pada Kamis, 15 Januari 2026, terasa sedikit berbeda di lingkungan MIN 1 Gresik. Hamparan busana muslim serba putih yang dikenakan oleh seluruh murid, guru, hingga staf menciptakan pemandangan yang menyejukkan mata, seolah merefleksikan kesucian hati. Pagi ini, keluarga besar madrasah berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk meresapi kembali perjalanan agung Baginda Nabi Muhammad SAW dalam Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H.
Perayaan Isra' Mi'raj tahun ini mengusung tema: “Menjaga Shalat, Menata Hati, dan Memperkuat Ikatan Spiritual dengan Allah SWT.” Melalui tema ini, MIN 1 Gresik ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan tentang pembentukan karakter religius yang kokoh.
Sejak pagi, suasana tertib sudah terasa saat para siswa mulai menyisihkan sebagian uang saku mereka ke dalam kotak infaq, sebuah langkah kecil yang menjadi laboratorium nyata bagi mereka untuk belajar tentang keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap Masjid Besar Darussalam Kedamean.
Langkah kaki para peserta didik kemudian tertuju ke Masjid Besar Darussalam untuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah. Di bawah bimbingan Drs. H. Mushollin, suasana masjid mendadak hening, hanya menyisakan lantunan doa yang khusyuk dari ratusan jamaah berpakaian putih. Momen ini menjadi oase spiritual bagi para murid di tengah rutinitas akademik, mengajarkan mereka bahwa memulai hari dengan bersujud adalah kunci ketenangan batin.
Tak berhenti di situ, kegiatan berlanjut dengan istighosah, tahlil, dan pembacaan surat Yasin yang dilaksanakan di area halaman madrasah serta teras masing-masing kelas. Dipandu oleh Ustad Khotib, S.Pd. dan ditutup dengan doa oleh Drs. H. Mushollin, ritual ini menjadi ikhtiar kolektif untuk memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar MIN 1 Gresik.
Kebersamaan dalam melantunkan ayat-ayat suci ini seolah mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan MIN 1 Gresik, menciptakan harmoni antara guru dan murid.
Puncak acara yang dinanti adalah tausiyah edukatif yang disampaikan oleh Ustad Khotib, S.Pd. Dengan gaya bahasa yang mudah dicerna anak-anak, beliau mengisahkan perjalanan heroik Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Sidratul Muntaha. Pesan utamanya sangat jelas: Shalat adalah "oleh-oleh" terindah dari langit. Beliau mengingatkan bahwa memperbaiki kualitas shalat adalah langkah awal untuk memperbaiki kualitas hidup dan karakter seorang Muslim sejak dini.
Menariknya, MIN 1 Gresik menyelipkan aspek literasi dalam kegiatan keagamaan ini. Murid kelas 4, 5, dan 6 ditantang untuk merangkum inti sari ceramah dengan apresiasi khusus bagi karya terbaik. Metode ini terbukti ampuh mengajak murid tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berpikir kritis dan mampu menginternalisasi nilai-nilai agama ke dalam bentuk tulisan. Ini adalah cara cerdas madrasah dalam merawat nalar dan iman secara bersamaan.
Setelah jeda istirahat, para siswa kembali ke kelas dengan semangat baru untuk melanjutkan pelajaran. Melalui peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H ini, MIN 1 Gresik tidak hanya merayakan sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga sedang menanam benih kedisiplinan dan spiritualitas. Harapannya, nilai-nilai yang didapat hari ini akan terus membekas di hati para murid, menjadikan mereka generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga membumi dalam kepedulian sosial. [MDH]

No comments:
Post a Comment