"Banjir" Trofi di Awal Tahun: Cerita Rekor dan Nyali Atlet Cilik MIN 1 Gresik di UNESA

Atlet dan pelatih MIN 1 Gresik berfoto bersama medali emas dan perunggu di Lapangan UNESA
Jika anda berkunjung ke MIN 1 Gresik belakangan ini, jangan kaget kalau melihat lemari pialanya makin sesak. Bayangkan saja, baru masuk pertengahan Februari 2026, sudah ada sekitar 48 trofi yang mereka borong. Yang terbaru dan paling hangat dibicarakan adalah cerita dari Lapangan UNESA, Sabtu (14/2/2026) kemarin.


Di ajang East Java Youth & Kid’s Athletic Session 1 2026, tiga nama jadi bintangnya: Verena, Aabidah, dan Farzan. Tapi ini bukan cuma soal medali yang melingkar di leher mereka, melainkan soal bagaimana cara mereka mendapatkannya.

Rekor Verena dan "Lompatan" Mental Aabidah

Nama Verena Putri Alisya langsung jadi buah bibir di nomor Turbo Throwing kelas 5-6 SD. Lemparannya sejauh 18,18 meter tidak cuma mengunci posisi pertama, tapi juga mencatatkan rekor terbaik di kejuaraan tersebut. Verena seolah membuktikan kalau teknik yang matang jauh lebih bicara daripada sekadar tenaga besar.


Bergeser ke nomor lain, ada Aabidah Erta Khumairoh. Kali ini ia membawa pulang medali perunggu di nomor Frog Jump dengan jarak 6,98 meter. Mungkin ada yang heran, kenapa pelatihnya, Lukman Hakim, justru terlihat sangat puas padahal medali Aabidah "turun" dari perak ke perunggu dibandingkan event sebelumnya?


Jawabannya sederhana: PROGRES. "Bagi saya, medali itu bisa naik turun sesuai siapa lawan kita hari itu. Tapi jarak lompatan Aabidah yang naik hampir setengah meter dari sebelumnya? Itu kemenangan yang sesungguhnya," ungkap Lukman. Di mata sang pelatih, mengalahkan rekor diri sendiri jauh lebih berat dan mahal harganya daripada warna medali.

Nyali Farzan di Tengah Kepungan 70 Atlet

Lalu ada Ahmad Farzan Abidzar Alghifari, salah satu atlet paling muda di rombongan ini, yang tampil di nomor Lari 40 meter SD-A. Bayangkan, anak kelas 2 MI harus berdiri di garis start bareng 70-an pelari dari seluruh Indonesia. Kebanyakan anak seusianya mungkin sudah grogi dulu melihat kerumunan sebanyak itu.


Tapi Farzan berbeda. Ia tetap tenang, fokus pada lintasan, dan berhasil finis di urutan ketiga. Menembus posisi tiga besar di tengah puluhan pesaing nasional adalah bukti kalau mentalitas juara memang sudah dipupuk sejak dini di madrasah ini.

Bukan Sekadar Kebetulan

Rentetan prestasi ini seolah mempertegas kalau MIN 1 Gresik memang punya "tangan dingin" dalam urusan pembibitan atlet. Sepertinya madrasah ini sudah menemukan formula yang pas: menggabungkan disiplin latihan dengan dukungan penuh yang membuat siswa merasa nyaman untuk terus berkembang.


Kemenangan di UNESA kemarin hanyalah satu bab kecil dari perjalanan panjang mereka tahun ini. Dengan sisa musim yang masih panjang, kita tunggu saja siapa lagi nama dari MIN 1 Gresik yang akan berdiri di atas podium selanjutnya. [LH]


No comments:

Post a Comment